Archive for Oktober, 2011

Akuntansi Biaya 1

BAB 1 The Accountant’s Ro¬le in the Organization

Perbedaan Akuntansi Manajemen, Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Biaya

Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan memiliki tujuan-tujuan yang berbeda.
Management Accounting
-    Mengukur dan melaporkan informasi keuangan dan non-keuangan yang dapat membantu manajer dalam membuat keputusan untuk mencapai tujuan organisasi. (tidak dibatasi oleh standar umum tertentu, karena dibuat berdasarkan kebebasan dan kebijakan manajemen)
-    Fokus pada pelaporan internal.
Financial Accounting
-    Mengukur dan mencatat transaksi bisnis serta menyediakan laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi yang berlaku umum (GAAP).
-    Fokus pada pelaporan untuk pihak eksternal.
Cost Accounting
-    Mengukur dan melaporkan informasi keuangan dan non-keuangan yang terkait dengan biaya untuk memperoleh/menggunakan sumber daya dari suatu organisasi.
-    Menyediakan informasi untuk Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan.
Cost Management
Menggambarkan aktivitas manajer dalam perencanaan dan pengendalian biaya jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga dapat meningkatkan nilai bagi konsumen serta menurunkan biaya produk/jasa.

Standar Kode Etik Akuntan Manajemen
Seorang praktisi manajemen keuangan dan akuntansi manajemen memiliki kewajiban kepada publik, profesi, perusahaan tempat mereka bekerja dan terhadap mereka sendiri untuk selalu menjaga standar etika yang tertinggi, yaitu:

1.    Competence
2.    Confidentiality
3.    Integrity
4.    Objectivity

BAB 2  An Introduction to Cost Terms and Purposes

    Cost adalah sumber daya yang dikorbankan/dikeluarkan untuk memperoleh tujuan tertentu, dan biasanya diukur dalam satuan mata uang yang harus dikelurkan untuk memperoleh barang/jasa. (pengorbanan ekonomis untuk manfaat yang dirasakan di masa yang akan datang). Sedangkan Expense (= expired cost) adalah pengorbanan ekonomis untuk manfaat yang dirasakan saat ini.

@    Actual cost adalah biaya yang benar-benar terjadi, biasanya berbeda dari biaya yang ditargetkan (budgeted cost).
@    Cost object (objek biaya) adalah segala sesuatu (objek) dimana biayanya dapat dihitung dan diukur. Misalnya produk, service/jasa, project, aktivitas, departemen, dll.
@    Cost drivers (pemicu biaya) adalah suatu variabel yang menyebabkan timbulnya biaya, misalnya level of activity (jumlah jam tenaga kerja langsung, jumlah machine hours, dll)

DIRECT COST DAN INDIRECT COST:
1.    Direct cost, biaya yang terkait langsung dengan cost object sehingga dapat ditelusuri langsung ke cost object tersebut dengan cara yang ekonomis (cost effective). Contoh : direct material, direct labor. Istilah cost tracing digunakan untuk menggambarkan pembebanan direct cost ke cost object.
2.    Indirect cost, biaya yang terkait dengan cost object tetapi tidak dapat ditelusuri langsung ke cost object tersebut dengan cara yang ekonomis (cost effective). Contoh: Indirect Labor, indirect material. Istilah cost allocation digunakan untuk pembebanan indirect cost ke cost object.

POLA PERILAKU BIAYA: VARIABLE COST DAN FIXED COST
a)    Variable cost, biaya yang secara total berubah-ubah sesuai volume/aktivitas produksi. Semakin tinggi volume aktivitas produksi, total variabel cost semakin tinggi. Tetapi variabel cost/unit tetap.
b)    Fixed cost, biaya yang secara total tidak berubah walaupun volume/aktivitas produksi berubah-ubah, sampai batas waktu/volume tertentu (relevant range). Namun Fixed cost/unit akan berubah-ubah, semakin besar volume produksinya maka semakin kecil (murah) fixed cost yang dibebankan kepada masing-masing unit produk tersebut.

Gb A. Total Variabel Cost                               Gb B. Variabel Cost per Unit

Gb C. Total Fixed Cost                                 Gb D. Fixed Cost per Unit

Cost Driver
Adalah sebuah variable, seperti level aktivitas atau volume produksi, yang akan mempengaruhi biaya pada rentang waktu tertentu. Dengan kata lain, ada hubungan sebab akibat antara perubahan pada level aktivitas dan perubahan pada level total cost. Sebagai contoh, jika jumlah biaya makan yang Anda keluarkan tergantung pada jumlah potong pizza yang anda makan maka jumlah potong pizza menjadi cost driver dalam biaya makan Anda.
Cost driver pada variable cost adalah level aktivitas atau volume produksi yang perubahannya secara proporsional merubah total biaya variabel. Sementara pada fixed cost, dalam jangka pendek tidak memiliki cost driver namun bisa memiliki cost driver dalam jangka panjang.

Relevant Range
Adalah rentang dari level aktivitas/volume produksi normal, dimana ada hubungan yang spesifik antara level aktivitas/volume produksi dengan biaya. Contohnya: fixed cost dikatakan tetap hanya jika berhubungan dengan (rentang) range tertentu (yang biasanya lebih luas) dari total aktivitas atau volume (dimana perusahaan diharapkan beroperasi) dan untuk jangka waktu tertentu (biasanya periode anggaran tertentu).

Gambar Fixed cost behavior

Rp120jt
TFC
Rp  80 Jt
Relevant range
Rp  10 Jt                        Th 200x

0

Asumsi dasar dari relevant range juga bisa digunakan untuk variable cost. Yaitu jika diluar relevant range, variable cost seperti direct material bisa tidak berubah secara proporsional dengan perubahan pada volume produksi. Contohnya: diatas jumlah volume tertentu, biaya direct material bisa semakin murah karena adanya diskon pembelian.

    Inventoriable cost adalah seluruh biaya produk yang diakui sebagai aset pada saat terjadi, baru kemudian menjadi cost of goods sold setelah produk tersebut terjual.
    Period cost adalah seluruh biaya yang ada di Laporan Rugi Laba kecuali cost of goods sold. (biaya yang ada langsung dibebankan sebagai expense di Laporan Rugi Laba)
    Prime cost adalah semua biaya manufaktur langsung (DM + DL).
    Manufacturing Cost = biaya produksi atau biaya pabrik
o    = Prime Cost + FOH
o    = DM +DL + FOH
    Commercial Exp. = marketing + administrasi
    Total Operating Cost = Manufacturing Cost + Commercial Exp.
    Conversion Cost = biaya untuk merubah material menjadi output.
•    = DL + FOH

Schedule of COGM
DM :
Beg        xx
(+) Purchase    xx
Av. For use    xx
(-) End              (xx)            xx
DL                        xx
Indirect Manuf. Cost :
Indirect labor        xx
Indirect material    xx
Sewa peralatan        xx
Depresiasi        xx        xx
Manufacturing cost current period        xx
(+) WIP-beg                    xx
(-) WIP-end                          (xx)
COGM                        xx

COGS Statement
F/G-beg            xx
(+) COGM            xx
cost of goods av. for sale    xx
(-) F/G-end                  (xx)
COGS                xx
Income Statement
Revenue        xx
(-) COGS              (xx)
Gross profit        xx
(-) Operating exp.       (xx)
Operating Income    xx

BAB 4 : JOB COSTING

Dua jenis costing system (sistem pembiayaan) yang digunakan untuk menentukan biaya dari suatu produk/jasa :
1)    Job-costing system
-    Biasanya digunakan apabila produk yang dihasilkan beragam (heterogen).
-    Biaya diakumulasi berdasarkan setiap job (per customer order).
-    Laporan yang digunakan yaitu: Job Cost Sheet

2)    Process-costing system
-    Biasanya digunakan apabila produk yang dihasilkan seragam/sama dan dalam jumlah massal.
-    Biaya dihitung setiap periode kemudian dibagi dengan jumlah produksi untuk menentukan per unit cost.
-    Laporan yang digunakan yaitu berupa Cost of Production report (biasanya dimiliki oleh masing-masing departemen proses)

Alokasi indirect cost pada job costing system :
1.    Actual costing, mengalokasikan indirect cost dengan cara mengalikan actual indirect cost rates dengan actual quantity of the cost allocation bases.
2.    Normal costing, mengalokasikan indirect cost dengan cara mengalikan budgeted indirect cost rates dengan actual quantity of the cost allocation bases.
Keduanya menggunakan dasar cost allocation bases adalah karena tiap pekerjaan (job) menuntut kuantitas sumber daya indirect yang berbeda, sehingga diharapkan dengan menggunakan cost allocation bases bisa mengalokasikan biaya dari sumber daya indirect secara sistematik sesuai dengan pekerjaannya.

Penggunaan normal costing dapat menimbulkan underallocated/overallocated (=underapplied/overapplied) indirect cost jika budgeted indirect cost lebih kecil/besar dari pada jumlah actual yang terjadi. Dalam mengalokasikan under/overapplied indirect cost ada tiga pendekatan yang bisa digunakan :
•    Adjusted allocation rate, dengan cara me-restate seluruh pencatatan atas indirect cost yang ada pada general ledger dan subsidiary ledger dengan menggunakan actual cost rates. (mengganti semua yang tadinya pakai budgeted cost rates)
•    Proration approach, dengan cara membagi kelebihan/kekurangan (under/overapplied) indirect cost ke ending WIP, finished goods, dan COGS secara prorata. (baca Horngren p.116)
•    Write-off to COGS, kelebihan/kekurangan alokasi indirect cost yang terjadi langsung dimasukkan sebagai pengurang atau penambah COGS periode berjalan.

BAB 17 : PROCESS COSTING

Tujuan costing systems :
•    Menentukan cost dari suatu produk/jasa
•    Menentukan nilai inventory dan COGS
•    Mengelola biaya dan evaluasi kinerja.
Proses costing membagi cost menjadi berdasarkan kategori pada proses apa cost tersebut terjadi (menghitung biaya pada tiap proses produksi bukan berdasarkan job).

Equivalent unit (baca : Horngren p.590)
Ilustrasi: Misalkan produknya adalah aqua botol ukuran 500ml. Jika ada produk setengah jadi (WIP) sebanyak 10 botol, dengan asumsi WIP tersebut baru selesai diberi Direct Material air sebesar 50% (atau masing-masing botol baru terisi 250ml air). Berarti total DM air yang sudah dikeluarkan pada WIP tersebut adalah  2.500ml (10 botol x 250ml). Nah, dari jumlah air 2.500ml itu, sebenarnya kita sudah bisa menghasilkan berapa botol produk sih? Jawabnya adalah  5 botol (2.500ml/500ml). Jadi 5 botol dianggap sebagai equivalent unit (setara unit), padahal secara riil fisiknya ada 10 botol barang setengah jadi.

BAB 16 : JOINT PRODUCT & BY PRODUCT

Dari bab sebelumnya telah dipelajari mengenai sistem pembiayaan untuk perusahaan yang memproduksi hanya satu produk atau beberapa produk pada proses yang terpisah yaitu process costing. Bagaimana untuk kasus dua  atau lebih produk yang dihasilkan pada proses yang sama? Dalam kasus ini dikenal istilah joint process.

    Joint cost adalah biaya yang terjadi pada suatu proses produksi lebih dari 1 produk.
    Split off points adalah saat ketika beberapa produk yang melewati 1 proses yang samasudah dapat dipisahkan/diidentifikasikan secara terpisah.
    Separable cost adalah biaya setelah joint cost yang dapat di-assign ke masing2 produk.
    Joint product adalah beberapa produk yang melewati 1 proses produksi bersama.
    Main product adalah produk utama/produk yang nilainya paling tinggi dibandingkan produk lainnya dalam joint product.
    By product adalah produk yang nilainya paling kecil dibanding produk lainnya dalam joint product.

Cara mengalokasikan joint cost :
1.    Menggunakan market-based
a)    Sales value at split off method, asumsi tidak ada proses lebih lanjut after split off (sehingga separable cost tidak dimasukkan dalam perhitungan).
Dasar alokasi = jumlah barang yang diproduksi x harga jual
Dibagi secara proporsional
b)    Net Realizable Value (NRV) method
Dasar alokasi = harga jual – separable cost
c)    Constant Gross – Margin Percentage NRV Method
-    Hitung gross margin profit % secara keseluruhan
-    Kurangkan nilai penjualan per produk dengan gross margin
-    Kurangkan dengan separable cost → dasar alokasi

2.    Menggunakan physical measures
Dasar alokasi = ukuran fisik barang/produk (seperti: berat, panjang, dll).

Cara alokasi joint cost untuk By Product :
1.    By product recognized at the time production is completed
→ revenue penjualan by product langsung mengurangi COGS main product.

2.    By product recognized at the time of sale
→ revenue penjualan by product tidak mengurangi COGS main product tetapi diakui sebagai tambahan pendapatan pada revenue main product (sebesar penjualan jumlah by product yang terjual).

BAB 18 : SPOILAGE, REWORK & SCRAP

    Spoilage adalah barang yang sudah jadi atau setengah jadi tetapi tidak memenuhi kriteria pembeli, sehingga biasanya dijual dengan harga yang lebih rendah. Jika masih dalam bentuk WIP (setengah jadi), maka barang spoilage dapat dijual atau dikerjakan kembali (rework). Spoilage terbagi menjadi :
o    Normal spoilage, tetap terjadi walaupun operasional sudah efisien.
o    Abnormal spoilage, terjadi karena operasional tidak efisien.
    Rework adalah barang yang tidak memenuhi kriteria pembeli tetapi masih bisa diperbaiki sehingga dapat memenuhi kriteria yang diinginkan (ada biaya tambahan yang dikeluarkan untuk perbaikan).
    Scrap adalah sisa material yang masih dapat dijual atau dipakai lagi.

Untuk perlakuan jurnal masing-masing bisa dilihat pada buku Horngren Halaman 636 – 640.

BAB 5 : ACTIVITY BASED COSTING (ABC)

    Product undercosting, produk yang menggunakan sumber daya yang besar tetapi dilaporkan memiliki cost per unit yang rendah.
    Product overcosting, produk yang menggunakan sumber daya yang sedikit tetapi dilaporkan memiliki cost per unit yang tinggi.
    ABC → cara penerapan costing system yang berfokus pada aktivitas individual sbg dasar dari cost object. Menghitung biaya dari aktivitas individual dan menentukan biaya ke cost object (seperti produk/jasa), berdasarkan aktivitas yang diperlukan untuk memproduksi tiap produk/jasa tersebut.

BAB 19 : QUALITY, TIME, AND THEORY OF CONSTRAINTS

Cost of quality adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mencegah produk yang berkualitas rendah (biaya-biaya yang timbul akibat menghasilkan produk berkualitas rendah). Terdiri dari :
    Prevention cost, biaya yang timbul untuk mencegah kerusakan. Contohnya biaya untuk design engineering, process engineering, supplier evaluation, quality training, dll.
    Appraisal cost, biaya yang timbul untuk mendeteksi produk. Contohnya biaya inspeksi, product testing, dll.
    Internal failure cost, biaya yang timbul akibat produk yang rusak sebelum produk tersebut sampai ke konsumen. Contohnya biaya spoilage, rework, scrap, breakdown maintenance, dll
    External failure cost, biaya yang timbul akibat produk yang rusak setelah produk tersebut sampai ke konsumen. Contohnya biaya warranty, customer support, liability claim, dll.

Tehnik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi & menganalisa permasalahan kualitas :
o    Control charts
o    Pareto diagrams
o    Cause-and-effect diagrams

Theory of Constraints (TOC), merupakan metode unt memaksimalkan operating income saat menghadapi bottleneck dan non-bottleneck operations.

Bottleneck → terjadi saat operasi, pada saat pekerjaan yang dilakukan mendekati atau melebihi kapasitas yang dapat dilakukan.

BAB 20 : INVENTORY MANAGEMENT, JUST IN TIME, BACKFLUSH COSTING

Inventory Management adalah perencanaan, koordinasi, dan pengawasan aktivitas yang terkait dengan arus inventory yang masuk, melalui, dan keluar di perusahaan.
Dalam me-manage inventory untuk meningkatkan net income membutuhkan manajemen biaya efektif yang terdiri dari 5 kategori:

1.    Purchasing cost, cost of goods yang diterima dari supplier, termasuk biaya transportasi.
2.    Ordering cost, biaya untuk mempersiapkan dan menerbitkan purchase order, menerima dan memeriksa items yang ada di order, memeriksa kesesuaian invoice yang diterima, purchase order, dan delivery record untuk pembayaran.
3.    Carrying cost, biaya yang terjadi saat menyimpan inventory untuk dijual, termasuk di dalamnya adalah opportunity cost atas investasi pada inventory yang dimiliki tersebut.
4.    Stockout cost, biaya yang terjadi akibat perusahaan tidak memiliki persediaan yang diminta oleh konsumen, sehingga perusahaan harus secepatnya memenuhi permintaan yang ada.
5.    Quality cost, biaya yang timbul saat produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan konsumen.

Economic Order Quantity (EOQ) adalah model keputusan yang mencoba untuk mengoptimalkan kuantitas order yang dipesan agar memenuhi suatu asumsi tertentu. Versi paling sederhana dari model EOQ ini yaitu mengasumsikan bahwa hanya ada ordering cost dan carrying cost, model ini juga berasumsi:
1.    Setiap tahun order pada kuantitas yang sama (reorder point yang sama)
2.    Permintaan, ordering cost, dan carrying cost diketahui dengan pasti.
3.    Purchasing cost per unit tidak dipengaruhi oleh kuantitas yang dipesan.
4.    Tidak ada stockout yang terjadi
5.    Dalam memutuskan ukuran purchase order, manajer hanya mempertimbangkan cost of quality yang mempengaruhi ordering cost atau carrying cost.

Just in Time (JIT) Purchasing, yaitu pembelian material (atau barang) tepat pada saat dibutuhkan.
Tujuan JIT :
    Unt menghilangkan storage & carrying cost
    Bagian yang penting dari TQM
    Mangurangi WIP & raw materials

Backflush Costing, merupakan suatu job-costing system yang ada pada produksi dengan menggunakan JIT dimana backflush costing menunda pencatatan beberapa jurnal entry hingga akhir masa produksi atau akhir siklus penjualan, sehingga biaya untuk penerapannya lebih rendah dibandingkan dua sisten costing lainnya (job order dan process costing).

Istilah-istilah Lain Yang Penting

    Planning → konstruksi program operasional secara detail.
    Organizing → penciptaan kerangka kerja dalam aktivitas yang harus dijalankan.
    Controlling (pengawasan) → untuk menjaga agar actual sesuai dengan plans.
    Authority → kekuatan untuk memberi order untuk melakukan/tidak melakukan suatu aktivitas.
    Responsibility → berhubungan dengan otoritas, yaitu tanggungjawab atas kekuatan yang dimiliki.
    Accountability → melaporkan hasil kepada pihak yang mempunyai otoritas lebih tinggi.
    Struktur organisasi → chart yang menjelaskan tingkat manajemen dalam perush, dan memberi      penjelasan mengenai tingkat otoritas, tanggungjawab dan akuntabilitas dlm perush.
    Controller → tanggungjawab manajer eksekutif terhadap fungsi akuntansi.
    Budget (anggaran) → planning mgt yang dikuantifisir (dinyatakan dalam monetary unit).
    Direct costing/variable costing → untuk me-matching-kan fixed cost dengan revenue yang diperoleh dlm suatu periode.
    Absorption costing → untuk me-matching-kan fixed manufacturing cost dgn unit produksi. Yang kemudian pada saat dijual akan di-expense di dalam COGS I/S.
    Cost object → pengakumulasian dan perhitungan biaya berdasarkan item/aktivitas tersebut.
Misal, berdasarkan : produk, batch, proses, order konsumen, kontrak, product line, departemen, divisi, project, strategic goal.
    Traceability → ketika cost object ditentukan maka perhitungan cost itu berdasarkan dpt cost tersebut di-trace ke cost object.
    Nonfinancial Performance Measures → tidak ada unsur uang
-    efisiensi control
-    quality control
    Klasifikasi Biaya :
•    Product
•    Volume produksi
•    Departemen manufaktur, proses, cost centers
•    Periode akuntansi
•    Decision, action atau evaluasi.

Biaya yang berhubungan dengan produk
    Prime Cost = DM + DL
    Manufacturing Cost = biaya produksi atau biaya pabrik
= Prime Cost + FOH
= DM +DL + FOH
    Commercial Exp. = marketing + administrasi
    Total Operating Cost = Manufacturing Cost + Commercial Exp.
    Conversion Cost = biaya untuk merubah material menjadi output.
= DL + FOH
    Direct Material (DM) adalah biaya yang dapat ditelusuri langsung ke produk, misal kayu ke furniture.
    Direct labor (DL) adalah biaya tenaga kerja langsung yang merubah DM menjadi F/G, sehingga dapat dibebankan kepada produk tertentu.
    FOH (manufacturing OH) adalah beban manufaktur atau factory burden. Terdiri dari seluruh biaya manufaktur yang tidak dapat di trace ke produk secara langsung.
FOH dapat berupa :
o    Indirect material, material yang diperlukan unt menyelesaikan produk tapi bukan DM. Misalnya : lem, paku.
o    Indirect labor, tenaga kerja supervisi (tidak langsung mengerjakan produk). Misalnya : gaji supervisor, inspeksi.
o    Other Indirect Cost, misalnya : sewa gudang, asuransi kebakaran pabrik, maintenance mesin, biaya listrik, dll.
    Marketing expense adl beban yang dimulai sejak produk selesai sampai dengan dijual.
    Adm expense adl beban yang terjadi dlm rangka directing dan controlling perush.

Biaya yang berhubungan dengan volume produksi
    Variable cost
Adalah biaya yaang akan berubah jika total produksi juga berubah.
    Fixed cost
    Semi Variable cost
Adalah biaya yang terdiri dari variable cost dan fixed cost. Contoh biaya listrik.

Biaya yang berhubungan  dengan departemen manufaktur
Apabila biaya dpt di-trace kepada departemen dimana produk di produksi, seperti direct departemen cost.
Apabila dapat dibagi-bagi ke beberapa departemen seperti indirect departemen cost. Misalnya building rent dan building depreciation.
 Joint cost dan Common cost
Common cost, terjadi ketika banyak jenis produk menggunakan satu fasilitas (penggunaan fasilitas bersama-sama).
Contoh :
1)    Fasilitas (ex. meja, kursi) untuk disewakan macam2 aktivitas
2)    Acc. mencatat aktiva → bermanfaat untuk divisi lain
3)    Supervisi → cc k/ digunakan oleh A, B, C
Joint cost, prosesnya sama tetapi produk yang dihasilkan berbeda.

Biaya yang berhubungan dengan periode akuntansi
a)    Capital expenditure → biaya yang bermanfaat untuk jangka panjang (asset)
b)    Revenue expenditure → biaya yang bermanfaat untuk jangka pendek (expense)

Cara memisahkan fixed dan variable cost dalam semivariable cost :
1)    High & low methods → dari aktivitas terendah dan tertinggi
2)    Scattergraph methods (tidak akurat) → y = cost ; x = aktivitas (diplot)
3)    Least square methods (paling akurat)
Cara menentukan FC → saat Q = Ø maka akan kita tarik sebagai FC

COST ACCUMULATION
1)    Job order costing
2)    Process costing
3)    Backflush costing

Job Order Costing
Metode costing dimana biaya diakumulasi berdasarkan setiap job (customer order).
Job order cost sheet / cost sheet → detail mengenai job tertentu.
Dalam job costing :
DM, DL dan FOH diakui berdasarkan setiap order
Semua penggunaan DM, DL, FOH Applied ditampung dulu di akun WIP,
WIP    xxx
F/G    xxx
kemudian dikredit ke F/G
F/G    xxx
WIP    xxx
kemudian ketika dijual,
COGS    xxx
F/G    xxx
FOH control > FOH applied = underapplied, (+) COGS
FOH control < FOH applied = overapplied, (-) COGS
Overapplied                Underapplied
FOH C      xxx             COGS       xxx
COGS    xxx           FOH C    xxx

Process Costing
Metode costing dimana biaya diakumulasi berdasarkan cost center (departemen tempat terjadi proses produksi).
Production flow :
1)    Sequential PF,
Dept 1
Man cost →    Dept 2
Man cost →    Dept 3
Man cost →    F/G

2)    Parallel PF
Dept 1

Dept 2
Dept 5
F/G
Dept 3

Dept 4

3)    Selective PF
Dept 1            Dept 2            Dept 3 (packaging)            F/G

Dept 2

Karakteristik process costing :
1.    cost dibebankan ke per departemen
WIP-A    xxx
Materials    xxx
2.    dikumpulkan ke cost of production report = laporan yang digunakan dlm proses costing untuk mengakumulasikan biaya dan membebankan produksi setiap bulan.
Mengumpulkan biaya
Mengikhtisar
Menghitung TC → equivalent units
Menghitung VC
3.    cost ditransfer dari departemen 1 ke departemen berikutnya (A ke B)
WIP-B    Xxx
WIP-A    xxx
Equivalent units, jumlah sumber daya (seperti material, labor, FOH) yang dibutuhkan unt menyelesaikan satu unit produk sesuai dgn cost element yang diperhitungkan.
Average method, caranya : jumlah total yang ditransfer (+) %penyelesaian dalam material, labor, FOH.
Equivalent unit → unt m’cari cost/unit setiap M, L, FOH → ada total cost/unit.
∑ yang ditransfer x total
Ending WIP di breakdown M x equival unit (no ∑ transfer)
L x equival unit (no ∑ transfer)
FOH x equival unit (no ∑ transfer)
Total cost
Di depart B
Ada cost dari proceeding depart → equival unit = total yang ditransfer (+) ending
Untuk cost added    Untuk transfer
WIP-B                   xxx
Mats                     xxx
Payroll                  xxx
FOH applied           xxx    WIP-A           xxx
WIP-B          xxx
F/G              xxx
WIP-B          xxx

FIFO method
Transfered out-nya ada :
+/ biaya inventory → cost to complete this period
started & completed this period
WIP
Klo di average method, transfered out (yang total ga ada beg & started & completed)

BIAYA KUALITAS & AKUNTANSI UNT PRODUK LOSS
1.    Biaya kualitas, biaya unt m’jaga kualitas & unt biaya yang t’jadi di kualitas yang buruk/kurang baik.
a)    Prevention cost, biaya unt m’cegah
b)    Appraisal cost (m’deteksi), biaya unt pengecekan (produk yang failed keburu masuk).
c)    Failure cost, biaya unt barang yang rusak.
    Internal failure cost : scrap, spoilage, rework, downtime from mesin rusak → produk belum sampai ke konsumen.
    External failure cost : konsumen tidak puas, warranty, replacement → produk sudah sampai ke konsumen.

Total Quality Management (TQM), yaitu pendekatan unt meningkatkan quality dlm seluruh aktivitas & proses.
•    Customer oriented
•    Peran aktif manajemen
•    Peran employee
•    Sistem yang memungkinkan tercapainya tujuan
•    Achievement oriented
2.    Akuntansi untuk produk loss
Job order costing
1.    Acc for scrap (brg sisa), scrap mempunyai nilai shg ketika dijual bisa dicatat sbg:
•    Scrap sales → bag dr I/S
•    COGS
•    FOH Control
•    WIP → klo bisa di-trace ke individual job
2.    Acc for spoilage goods (brg rusak/below std/tdk dpt diperbaiki)
a)    Konsumen failure
•    Tdk boleh dicatat sbg quality cost tapi harus ditanggung oleh konsumen
•    Dibebankan ke job yang b’sangkutan
•    Masuk ke spoilage inventory
b)    Internal failure
•    Disebabkan oleh kesalahan perush
•    Employee error
•    Mesin yang sdh usang
•    Ditanggung oleh perush, dicat sbg FOH control (loss)
•    Klo ditanggung oleh perush maka sales revenue & profit lebih kecil
3.    Accounting for rework, biaya untuk m’perbaiki brg yang rusak.
a)    Klo konsumen, dibebankan ke job shg sales price job-nya meningkat.
b)    Klo internal, masuk ke FOH control tapi COGS gak naik karena ke FOH control. Sales price gak berubah.
Process costing
    Spoilage seperti loss in process masuk/ dibebankan sbg FOH control
    Masuk sbg p’hit dlm equivalent units (sesuai dgn proporsi).

COSTING BY PRODUCT & JOINT PRODUCT
By product adalah produk yang mempunyai nilai kecil dan quantity sedikit, yang terproduksi bersama2 dengan produk yang mempunyai nilai besar dan quantity besar (main product).
Joint product adalah produk yang diproduksi dengan menggunakan fasilitas yang sama dan melalui proses yang sama/common process.
Biaya yang t’jadi dari proses yang sama tetapi m’hasilkan produk yang berbeda.
Metode costing by-product :
1)    Recognition of gross revenue, pada saat dijual diakui sebagai :
    Other revenue
    Mengurangi COGS
    Mengurangi total biaya produksi
    Menambah sales revenue
2)    Recognition of net revenue, ada biaya tambahan untuk melakukan proses tambahan
Alokasi joint cost ke joint product :
1)    Market value method
2)    Average unit cost method
3)    Weighted average method
4)    Quantitative unit method

MATERIALS
Economic Order Quantity (EOQ) adalah jumlah inventory yang dipesan pd satu waktu yang meminimalkan inventory cost.
Jika beli tidak sering & dalam jumlah besar, mk carrying cost (cc) akan ↑.
Jika beli  dalam jumlah kecil tetapi sering, mk order cost (co) akan ↑.
EOQ digunakan unt menyeimbangkan antara cc dan co.
Time to Order
Order point : saat pemesanan (pd qty tertentu)
Lead time : interval antara tanggal order dgn saat inventory t’sedia unt produksi.
Safety stock : jumlah yang paling aman dimiliki oleh perush supaya tidak terjadi stockout cost.
Order point : pemakaian normal selama lead time (+) safety stock.

JUST IN TIME & BACKFLUSHING
Just in time
Adalah filosofi yang menekankan pada pengurangan biaya dengan cara m’eliminasi inventory. Inventory harus datang pd saat diperlukan, tidak boleh sebelum/sesudah ataupun terlalu cepat/terlambat.
Tujuan :
    Unt m’hilangkan storage & carrying cost
    Important part dari TQM
    Mangurangi WIP & raw materials
Stockless production, zero inventory production (ZIP)
Adalah usaha untuk mengurangi WIP & raw materials.
Polling system : produksi dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Keuntungan :
    Jika demand predictable
    Jika demand pd level yang sama dari periode ke periode
    Carrying cost rendah
Kekurangan :
    Kemungkinan t’jadi stockout cost kalau keterlambatan datangnya inventory
    Tidak bisa dipakai kalo demand flucktuated day to day
    Susah unt melakukan shipping dengan cost yang murah t’utama klo Cuma sedikit jumlah pesanannya.
Backflushing
Adalah pendekatan yang lebih sederhana, menyederhanakan akuntansi untuk flow biaya manufaktur. Digunakan tidak seperti WIP, tapi melakukan koreksi pada akhir periode.
Klo pake backflush costing, costing ditentukan pada saat produksi selesai.
Beban direct labor dan FOH Control langsung dimasukkan ke COGS.
FOH
OH rate base/OH allocation base adalah faktor yang dijadikan pembagi dalam OH rate.
Tujuan pemilihan base adalah supaya aplikasi FOH merupakan proporsi yang sesuai dlm pemakaian SD tidak langsung dalam produk/job.
Base yang umum digunakan :
a)    DM cost base
b)    Direct labor cost base → base ini gak cocok klo depresiasi mesin besar.
c)    DLH base
d)    Machine hour base

Steve Jobs

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANCISCO – Yang banyak orang tahu, pendiri Apple, Steve Jobs, adalah pria yang hanya bervisi tinggi tentang teknologi. Jarang yang tahu bahwa dia adalah juga seorang penyair, romantis, atau pernah berkostum salah satu karakter “Alice in Wonderland”  dalam sebuah pementasan di sebuah pusat perbelanjaan di California.

Karakteristik inilah yang diungkapkan pacar seriusnya di masa lalu, Chrisann Brennan. Dalam edisi terbaru Rolling Stone yang baru akan terbit Jumat mendatang, Brennan blak-blakan berkisah tentang mantan kekasih yang memberinya satu anak ini.

Brennan dan Jobs bertemu di tahun 1972, ketika keduanya sama-sama menjadi siswa di Homestead High School di Cupertino. Sejak itu, keduanya menjalin percintaan On-off sampai kelahiran putri mereka, Lisa Brennan-Jobs, pada tahun 1978.

Dia mengatakan, keduanya memutuskan untuk hidup bersama bahwa musim panas 1972. Mereka mengontrak sebuah kamar di Cupertino tapi ditolak oleh pemiliknya, dengan alasan kamar itu untuk eorang lajang, bukan pasangan. Entah bagaimana, Steve berhasil membujuknya untuk berubah pikiran.

“Ini mengingatkan saya untuk sesuatu yang luar biasa dalam dirinya,” tulis Brennan. “Orang ini bisa membuat sesuatu bekerja. Dan dari cara dia mengambil alih situasi, aku tahu dia tahu itu.”

Brennan juga mengatakan, Jobs “hampir 100 persen romantis.” Dia menyebut Jobs sebagai pria teromantis yang pernah ada.

Brennan juga menceritakan bagaimana Jobs – yang menggantung sebuah poster Bob Dylan di atas tempat tidur mereka – menulis puisi malam mesin tik listrik, dan sering menulis ulang lagu Dylan.

Pada saat itu, Brennan tidak terkesan, melihat hasilnya  sebagai “banyak lagu-lagu Bob Dylan dengan beberapa perubahan.”

“Sekarang saya melihat apa yang ia coba lakukan. Dia adalah seorang penyendiri dan dia tidak banyak bicara, dan saya pikir dia menggunakan lagu-lagu Dylan untuk memahami dunia,” tulisnya.

Di sisi konyol, Brennan menceritakan bagaimana Jobs bersama teman sekamarnya, Al dan Steve Wozniak (yang kemudian mendirikan Applebersamanya) memainkan karakter “Alice”  di sebuah mal di dekat Santa Clara. Brennan mendapat bagian peran sebagai Alice, sementara Al, Jobs ,dan Wozniak bergantian memainkan Mad Hatter dan White Rabbit – lengkap dengan kostum kepala raksasa yang sangat panas, karena saat itu musim panas dan AC di mal bermasalah.

Brennan menulis bahwa Al, Wozniak dan Jobs “nyaris tidak bisa menangani 10 menit berada dalam kostum, dan sehingga mereka akan lari ke ruang ganti untuk membuka topeng raksasa di kepalanya dan untuk minum air setiap 10 menit.”

Namun, dalam esainya untuk Rolling Stone, Brennan tak secuilpun menulis perseteruan keduanya di akhir hubungan. Selama dua tahun, Jobs menyangkal bahwa ia adalah ayah dari Lisa, anak yang lahir untuk Brennan pada tahun 1978. Namun di kemudian hari, ia mengakuinya, bahkan menggunakan nama Lisa untuk sebuah produk yang diciptakannya.

Pengantar Akuntansi 1

Matakuliah ini mempelajari mengenai konsep dasar pencatatan Akuntansi mulai dari konsep dasar persamaan akuntansi, siklus akuntansi dan konsep dasar untuk pengukuran, pencatatan dan pelaporan kas, piutang, persediaan dan aktiva tetap.

  1. Pengantar Konsep dan Praktek Akuntansi
  2. Analisis Transaksi
  3. Konsep Matching dan Proses Penyesuaian
  4. Siklus Akuntansi
  5. Sistem Akuntansi, Internal Kontrol dan Jurnal Khusus
  6. Akuntansi Perusahaan Dagang
  7. Kas
  8. Piutang
  9. Persediaan
  10. Aktiva Tetap

Metodologi pengajaran:

Metode pengajaran praktek sangat ditekankan untuk matakuliah ini. Dalam perkuliahan mahasiswa akan dibimbing untuk memahami konsep akuntansi, latihan dengan mengerjakan latihan soal dalam buku atau dari buku lain.

Agar mahasiswa memahami bagaimana praktik akuntansi dan output proses akuntansi ada tiga tugas yang diberikan kepada mahasiswa:

  1. Mengumpulkan tiga laporan keuangan dari perusahaan dalam industrii yang berbeda yang dipublikasikan di koran. Dari laporan keuangan tesebut kemudian didiskusikan tentang format, isi laporan keuangan tersebut, Analisa dilakukan
  2. Mengunjungi sebuah perusahaan menengah atau kecil. Membuat laporan mengenai sistem akuntansi di perusahaan tersebut 5 – 10 halaman.
  3. Melakukan analisis atas pos-pos yang telah diajarkan dalam laporan keuangan utama yaitu untuk kas, piutang, persediaan dan aktiva tetap.

Source : http://staff.blog.ui.ac.id/martani/2009/01/30/pengantar-akuntansi-1/

Pengantar Akuntansi 1

Matematika Bisnis

BAB 2 Fungsi Linier

April 8, 2010

Pengertian

Fungsi Linier atau fungsi berderajat satu ialah fungsi yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah pangkat satu. Sesuai namanya, setiap persamaan linier apabila digambarkan akan menghasilkan sebuah garis lurus.

Bentuk umum persamaan linier adalah :

y = a + bx

dimana a adalah penggal garisnya pada sumbu vertikal y, sedangkan b adalah koefisien arah atau gradien garis yang bersangkutan.

2.2.Pembentukan Persamaan Linier

Sebuah persamaan linier dapat dibentuk melalui beberapa macam cara, tergantung pada data yang tersedia. Berikut ini dicontohkan empat macam cara yang dapat ditempuh untuk membentuk sebuah persamaan linier, masing-masing berdasarkan ketersediaan data yang diketahui. Keempat cara yang dimaksud adalah :

Cara dwi-koordinat

Dari dua buah titik dapat dibentuk sebuah persamaan linier yang memenuhi kedua titik tersebut. Apabila diketahui dua buah titik A dan B dengan koordinat masing-masing (x1,y1) dan (x2,y2),maka rumus persamaan liniernya adalah :

Contoh Soal:

Misalkan diketahui titik A(2,3) dan titik B(6,5), maka persamaan liniernya:

4y -12 = 2x – 4, 4y = 2x+ 8 , y = 2 + 0,5 x

Cara koordinat-lereng

Apabila diketahui sebuah titik A dengan koordinat (x1,y1) dan lereng garisnya b, maka persamaan liniernya adalah :

Contoh Soal :

Andaikan diketahui bahwa titik A(2,3) dan lereng garisnya adalah 0,5 maka persamaan linier yang memenuhi kedua persamaan kedua data ini adalah

Cara penggal-lereng

Sebuah persamaan linier dapat pula dibentuk apabila diketahui penggalnya pada salah satu sumbu (a) dan lereng garis (b) yang memenuhi persamaan tersebut, maka persamaan liniernya adalah :

y=ax+b ; a = penggal, b = lereng

Contoh Soal :

Andaikan penggal dan lereng garis y =f (x) masing-masing adalah 2 dan 0,5, maka persamaan liniernya adalah : y=2+5x

Cara dwi-penggal

Sebuah persamaan linier dapat pula dibentuk apabila diketahui penggal garis pada masing-masing sumbu, yaitu penggal pada sumbu vertikal (ketika x = 0) dan penggal pada sumbu horisontal ( ketika y = 0), maka persamaan liniernya adalah :

; a = penggal vertikal, b = penggal horisontal

Contoh Soal :

Andaikan penggal sebuah garis pada sumbu vertikal dan sumbu horisontal masing-masing 2 dan -4 , maka persamaan liniernya adalah :

2.3.Hubungan Dua garis lurus

Berimpit

Dua garis lurus akan berimpit apabila persamaan garis yang satu merupakan kelipatan dari garis yan lain. Dengan demikian , garis akan berimpit dengan garis , jika

Sejajar

Dua garis lurus akan sejajar apabila lereng/gradien garis yang satu sama dengan lereng/gradien dari garis yang lain. Dengan demikian , garis akan sejajar dengan garis , jika

  1. Berpotongan

Dua garis lurus akan berpotongan apabila lereng/gradien garis yang satu tidak sama dengan lereng/gradien dari garis yang lain. Dengan demikian , garis akan berpotongan dengan garis , jika

Tegak lurus

Dua garis lurus akan saling tegak lurus apabila lereng/gradien garis yang satu merupakan kebalikan dari lereng/gradien dari garis yang lain dengan tanda yang berlawanan. Dengan demikian , garis akan tegak lurus dengan garis , jika atau

Penerapan Ekonomi

Fungsi Permintaan, Fungsi Penawaran dan Keseimbangan Pasar

Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan menunjukkan hubungan antara jumlah barang/jasa yang diminta oleh konsumen dengan variabel harga serta variabel lain yang mempengaruhinya pada suatu periode tertentu. Variabel tersebut antara lain harga produk itu sendiri, pendapatan konsumen, harga produk yang diharapkan pada periode mendatang, harga produk lain yang saling berhubungan dan selera konsumen

Bentuk Umum Fungsi Permintaan :

Q = a – bP  atau

Dalam bentuk persamaan diatas terlihat bahwa variable P (price, harga) dan variable Q (quantity, jumlah) mempunyai tanda yang berlawanan. Ini mencerminkan, hukum permintaan yaitu apabila harga naikl jumlah yang diminta akan berkurang dan apabila harga turun jumlah yang diminta akan bertambah.

Fungsi Penawaran

Fungsi penawaran menunjukkan hubungan antara jumlah barang/jasa yang ditawarkan oleh produsen dengan variabel  harga dan variabel lain yang mempengaruhinya pada suatu periode tertentu. Variabel tersebut antara lain harga produk tersebut, tingkat teknologi yang tersedia, harga dari faktor produksi (input) yang digunakan, harga produk lain yang berhubungan dalam produksi, harapan produsen terhadap harga produk tersebut di masa mendatang

Bentuk Umum :

Q = -a + bP  atau

Dalam bentuk persamaan diatas terlihat bahwa variable P (price, harga) dan variable Q (quantity, jumlah) mempunyai tanda yang sama, yaitu sama-sama positif. Ini mencerminkan,

hukum penawaran yaitu apabila harga naik jumlah yang ditawarkan akan bertambah dan apabila harga turun jumlah yang ditawarkan akan berkurang.

Keseimbangan Pasar

Pasar suatu macam barang dikatakan berada dalam keseimbangan (equilibrium) apabila jumlah barang yang diminta di pasar tersebut sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.

Syarat Keseimbangan Pasar  :

Qd = Qs

Qd = jumlah permintaan

Qs = jumlah penawaran

E    = titik keseimbangan

Pe = harga keseimbangan

Qe = jumlah keseimbangan

Contoh Soal  :

Fungsi permintaan ditunjukan oleh persamaan Qd = 10 – 5P dan fungsi penawarannya  adalah Qs =  – 4 + 9P

a.  Berapakah harga dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasar ?

b.  Tunjukkan secara geometri !

Jawab  :

a.)  Keseimbangan pasar :

Qd=     Qs

10 – 5 P           =  – 4 + 9P

14P       =     14

P       =      1  ≡  Pe

Q    =  10 – 5P

Q     =  5      ≡ Qe

Harga dan jumlah keseimbangan pasar adalah E ( 5,1 )

2.4.2.Pengaruh Pajak Terhadap Keseimbangan Pasar

Jika produk dikenakan pajak t per unit, maka akan terjadi perubahan keseimbangan pasar atas produk tersebut, baik harga maupun jumlah keseimbangan. Biasanya tanggungan pajak sebagian dikenakan kepada konsumen sehingga harga produk akan naik dan jumlah barang yang diminta akan berkurang. Keseimbangan pasar sebelum dan sesudah kena pajak dapat digambarkan sebagai berikut.

Pengenaan pajak sebesar t atas setiap unit barang yang dijual menyebabkan kurva penawaran bergeser ke atas, dengan penggal yang lebih besar pada sumbu harga. Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P = a + bQ, maka sesudah pajak ia akan menjadi P = a + bQ + t

Beban pajak yang ditanggung oleh konsumen :   tk =  Pe‘ – Pe

Beban pajak yang ditanggung oleh produsen :    tp =  t – tk

Jumlah pajak yang diterima oleh pemerintah :    T  =  t x Qe

Contoh soal  :

Diketahui suatu produk ditunjukkan fungsi permintaan P = 7 + Q dan fungsi penawaran

P = 16 – 2Q. Produk tersebut dikenakan pajak sebesar Rp. 3,-/unit

  1. Berapa harga dan jumlah keseimbangan pasar sebelum dan sesudah pajak ?
  2. Berapa besar penerimaan pajak oleh pemerintah ?
  3. Berapa besar pajak yang ditanggung kosumen dan produsen ?

Jawab :

  1. Keseimbangan pasar sebelum pajak

Qd =      Qs

7 + Q    =  16 – 2Q                              P  =  7 + Q

3Q        =  9                                         P  =  7 + 3

Qe =  3                                         Pe =  10

Jadi keseimbangan pasar sebelum pajak E ( 3,10 )

Keseimbangan pasar sesudah pajak

Fungsi penawaran menjadi :

P    =  16 – 2Q + t

=  16 – 2Q + 3

=  19 – 2Q                                           Os     =      Qd

19 – 2Q  =   7 + Q

3Q     =    12

Qe‘  =    4

P     =  19 – 2Q

=  19 – 8

Pe‘   =  11

Jadi keseimbangan pasar setelah pajak E’ ( 4,11 )

  1. T    =  t x Qe

=  3 . 4

=  12  ( Besarnya penerimaan pajak oleh pemerintah Rp. 12,- )

  1. tk =  Pe‘ – Pe

=  11 – 10

=  1  ( Besar pajak yang ditanggung konsumen Rp. 1,- )

tp =  t – tk

=  3 – 1

=  2  ( Besar pajak yang ditanggung produsen Rp. 2,- )

2.4.3.Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar

Subsidi yang diberikan atas produksi/penjualan suatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah.

Jika produk dikenakan subsidi s per unit, maka akan terjadi penurunan harga produk sehingga keseimbangan pasar atas produk tersebut juga akan bergeser. Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P = a + bQ, maka sesudah pajak ia akan menjadi P = a + bQ – s

Bagian subsidi yang dinikmati oleh konsumen :   sk =  Pe – Pe

Bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen :    sp =  s – sk

Jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah :    S  =  s x Qe

Contoh Soal  :

Permintaan akan suatu komoditas dicerminkan oleh Qd = 12–2P sedangkan penawarannya Qs =  -4 + 2P pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp. 2,- setiap unit barang.

a.  Berapakah jumlah dan harga keseimbangan sebelum subsidi ?

b.  Berapakah jumlah dan harga keseimbangan sesudah subsidi ?

c.  Berapa bagian dari subsidi untuk konsumen dan produsen ?

d.  Berapa subsidi yang diberikan pemerintah ?

Jawab  ;

a.)    Keseimbangan pasar sebelum subsidi

Qd =     Qs Q  =  12 – 2P

12 – 2P  =  -4 + 2P                                         =  12 – 8

P       =   16                                           Qe =  4

Pe =    4                    ( Keseimbangan pasar sebelum subsidi E = ( 4, 4 ))

b.)    Keseimbangan pasar sesudah subsidi :

Qd   =  12 – 2P    =>     P  =  ½ Qd + 6

Qs   =  -4 + 2P     =>     P  =  ½ Qs + 2

Sesudah Subsidi Fungsi Penawaran menjadi

P  =  ½ Q + 2 – 2

P  =  ½ Q

Sehingga Kesimbangan pasar sesudah subsidi menjadi :

- ½ Q + 6  =  ½ Q

Qe‘     =    6

P  =  ½ Q

Pe‘  =  3

( Keseimbangan pasar setelah subsidi E’ = ( 6, 3 ) )

c.)     sk =  Pe – Pe‘                                                              sp =  s – sk

=   4 – 3                                                                              =  2 – 1

=  1                                                                                     =  1

(Besar subsidi untuk konsumen Rp. 1,- )     ( Besar subsidi untuk produsen = Rp. 1,- )

d.)  Subsidi yang diberikan pemerintah

S    =  s x Qe

=  2 . 6

=  12

2.4.4.Fungsi Biaya dan Fungsi Penerimaan

Fungsi Biaya

Biaya total (total cost) yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan dalam operasi bisnisnya terdiri atas biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variabel cost). Sifat biaya tetap adalah tidak tergantung pada jumlah barang yang dihasilkan, biaya tetap merupakan sebuah konstanta. Sedangkan biaya variabel tergantung pada jumlah barang yang dihasilkan. Semakin banyak jumlah barang yang dihasilkan semakin besar pula biaya variabelnya. Secara matematik, biaya variabel merupakan fungsi dari jumlah barang yang dihasilkan.

FC = k

VC = f(Q) = vQ

C = g (Q) = FC + VC = k + vQ

Keterangan ;

FC = biaya tetap

VC= biaya variabel

C = biaya total

k = konstanta

V = lereng kurva VC dan kurva C

Contoh Soal :

Biaya tetap yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan sebesar Rp 20.000 sedangkan biaya variabelnya ditunjukkan oleh persamaan VC = 100 Q. Tunjukkan persamaan dan kurva biaya totalnya ! Berapa biaya total yang dikeluarkan jika perusahaan tersebut memproduksi 500 unit barang ?

Jawab :

FC = 20.000

VC = 100 Q

C = FC + VC → C = 20.000 +  100 Q

Jika Q = 500, C = 20.000 + 100(500) = 70.000

Fungsi Penerimaan

Penerimaan total (total revenue) adalah hasil kali jumlah barang yang terjual dengan harga jual per unit barang tersebut.

R = Q x P = f (Q)

Contoh Soal:

Harga jual produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan Rp 200,00 per unit. Tunjukkan persamaan dan kurva penerimaan total perusahaan ini. Berapa besar penerimaannya bila terjual barang sebanyak 350 unit ?

Jawab :

R = Q x P

= Q x 200 = 200Q

Bila Q = 350 → R = 200 (350)  = 70.000

2.4.5.Analisis Pulang Pokok

Analisis Pulang Pokok (break-even) yaitu suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis jumlah minimum produk yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Keadaan pulang pokok (profit nol, π = 0 ) terjadi apabila R = C ; perusahaan tidak memperoleh keuntungan tetapi tidak pula menderita kerugian. Secara grafik hal ini ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva R dan kurva C.

Contoh Soal :

Andaikan biaya total yang dikeluarkan perusahaan ditunjukan oleh persamaan C = 20.000 + 100 Q dan penerimaan totalnya R = 200 Q. Pada tingkat produksi berapa unit perusahaan mengalami pulang pokok ? apa yang terjadi jika perusahaan memproduksi 150 unit ?

Jawab ;

Diketahui :

C  =  20.000 + 100Q

R  =  200Q

Syarat Pulang Pokok

R  =  C

300Q  =  20.000 + 100Q

200Q  =  20.000

Q  =  100

Jadi pada tingkat produksi 100 unit dicapai keadaan pulang pokok

Jika Q = 150, maka

π = R – C

= 300Q  – ( 20.000 + 100Q)

=     200 Q – 20.000

= 200(150) – 20.000

= 10.000

( Perusahaan mengalami keuntungan sebesar Rp. 10.000,- )

5 Komentar | Matematika Bisnis (materi kuliah) | Permalink
Ditulis oleh acil


Bab 3 Fungsi Non Linier

Maret 31, 2010

3.1 Fungsi Kuadrat

Fungsi kuadrat atau fungsi berderajat dua ialah fungsi yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah pangkat dua. Mengingat pangkat dua dalam persamaan kuadrat sesungguhnya dapat terletak pada baik variable x maupun variable y, bahkan pada suku xy(jika ada) maka bentuk yang lebih umum untuk suatu persamaan kuadrat ialah :

3.1.1 Lingkaran

Bentuk Umum persamaan lingkaran ialah : ax2 + by2 + cx + dy + e = 0

Jika i dan j masing-masing adalah jarak pusat lingkaran terhadap sumbu vertikal y dan sumbu horizontal x, sedangkan r adalah jari-jari lingkaran, maka persamaan baku lingkaran menjadi : ( x – i )2 + ( y – j )2 = r2 , dengan

3.1.2.Ellips

Bentuk baku rumus ellips

3.1.3.Hiperbola

, jika sumbu lintang sejajar sumbu x

, jika sumbu lintang sejajar sumbu y

3.1.4.Parabola

Bentuk umum persamaan parabola adalah :

y = ax2 + bx + c, jika sumbu simetri sejajar sumbu vertical

atau

x = ay2 +by +c, jika sumbu simetri sejajar sumbu horisontal

3.2.Penerapan Ekonomi

3.2.1.Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Pasar

Selain berbentuk fungsi linier, permintaan dan penawaran dapat pula berbentuk fungsi non linier. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran yang kuadratik dapat berupa potongan lingkaran, potongan elips, potongan hiperbola maupun potongan parabola. Cara menganalisis keseimbangan pasar untuk permintaan dan penawaran yang non linier sama seperti halnya dalam kasus yang linier. Keseimbangan pasar ditunjukkan oleh kesamaan Qd = Qs, pada perpotongan kurva permintaan dan kurva penawaran.

Keseimbangan Pasar :

Qd = Qs

Qd = jumlah permintaan

Qs = jumlah penawaran

E    = titik keseimbangan

Pe = harga keseimbangan

Qe = jumlah keseimbangan

Analisis pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar juga sama seperti pada kondisi linier. Pajak atau subsidi menyebabkan harga jual yang ditawarkan oleh produsen berubah, tercermin oleh berubahnya persamaan penawaran, sehingga harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasarpun berubah. Pajak menyebabkan harga keseimbangan menjadi lebih tinggi dan jumlah keseimbangan menjadi lebih sedikit. Sebaliknya subsidi menyebabkan harga keseimbangan menjadi lebih rendah dan jumlah keseimbangan menjadi lebih banyak.

Contoh Soal:

Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukan oleh persamaan Qd = 19 – P2 , sedangkan fungsi penawarannya  adalah Qs =  –8 + 2P2 . Berapakah harga dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasar ?

Jawab  :

Keseimbangan Pasar

Qd=     Qs

19 – P2 =  –8 + 2P2

P2 =     9

P        =      3  ≡  Pe

Q        =  19 – P2

=  19 – 32

Q        =  10   ≡ Qe

Harga dan jumlah keseimbangan pasar adalah E ( 10,3 )

Jika misalnya terhadap barang yang bersangkutan dikenakan pajak spesifik sebesar 1 (rupiah) per unit, maka persamaan penawaran sesudah pengenaan pajak menjadi :

Qs‘ = –8 + 2(P–1)2 = –8 + 2(P2–2P+1) = –6 –4P+ 2P2

Keseimbangan pasar yang baru :

Qd = Qs

19 – P2 = –6 – 4P + 2P2

3P2 – 4P – 25 = 0

Dengan rumus abc diperoleh P1= 3,63 dan P2 = –2,30, P2 tidak dipakai karena harga negative adalah irrasional.

Dengan memasukkan P = 3,63 ke dalam persamaan Qd atau Qs‘ diperoleh Q = 5,82.

Jadi, dengan adanya pajak : Pe = 3,63 dan Qe = 5,82

Selanjutnya dapat dihitung beban pajak yang menjadi tanggungan konsumen dan produsen per unit barang, serta jumlah pajak yang diterima oleh pemerintah, masing-masing :

tk = Pe ­– Pe = 3,63 – 3 = 0,63

tp = t – tk = 1 – 0,63 = 0,37

T = Qe x t = 5,82 x 1 = 5,82

3.2.2.Fungsi Biaya

Selain pengertian biaya tetap, biaya variable  dan biaya total, dalam konsep biaya dikenal pula pengertian biaya rata-rata (average cost) dan biaya marjinal (marginal cost). Biaya rata-rata adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan tiap unit produk atau keluaran, merupakan hasil bagi biaya total terhadap jumlah keluaran yang dihasilkan. Adapun biaya marjinal ialah biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menghsilkan satu unit tambahan produk

Biaya tetap                        :     FC = k

Biaya variable                  :     VC = f(Q) = vQ

Biaya total                         :       C = g (Q) = FC + VC = k + vQ

Biaya tetap rata-rata     :

Biaya variable rata-rata     :

Biaya rata-rata                  :

Biaya marjinal                  :

Bentuk non linier dari fungsi biaya pada umumnya berupa fungsi kuadrat parabolic dan fungsi kubik. Hubungan antara biaya total dan bagian-bagiannya secara grafik dapat dilihat sebagai berikut :

  1. Biaya total merupakan fungsi kuadrat parabolik

Andaikan C = aQ2 – bQ + c  maka  dan

Maka

  1. Biaya total merupakan fungsi kubik

Andaikan C = aQ3 – bQ2 + cQ + d maka dan FC=D

Maka

Contoh Soal :

Biaya total yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan ditunjukkan oleh persamaan

C = 2Q2 – 24 Q + 102. Pada tingkat produksi berapa unit biaya total ini minimum? Hitunglah besarnya biaya total minimum tersebut. Hitung pula besarnya biaya tetap, biaya variable, biaya rata-rata, biaya tetap rata-rata dan biaya variable rata-rata pada tingkat produksi tadi. Seandainya dari kedudukan ini produksi dinaikkan dengan 1 unit, berapa besarnya biaya marjinal?

Jawab :

Berdasarkan rumus titik ekstrim parabola, C minimum terjadi pada kedudukan

Besarnya C minimum = 2Q2 – 24 Q + 102

= 2(6)2 – 24(6) + 102 = 30

Atau C minimum dapat juga dicari dengan rumus ordinat titik ekstrim parabola, yaitu

Selanjutnya, pada Q = 6

Jika Q = 7, C =  2(7)2 – 24(7) + 102 = 32

Berarti untuk menaikkan produksi dari 6 unit menjadi 7 unit diperlukan biaya tambahan (biaya marjinal) sebesar 2.

Fungsi Penerimaan

Bentuk fungsi penerimaan total (total revenue, R) yang non linear pada umumnya berupa sebuah persamaan parabola terbuka ke bawah.

Penerimaan total merupakan fungsi dari jumlah barang , juga merupakan hasilkali jumlah barang dengan harga barang per unit. Seperti halnya dalam konsep biaya, dalam konsep penerimaanpun dikenal pengertian rata-rata dan marjinal. Penerimaan rata-rata (average revenue, AR) ialah penerimaan yang diperoleh per unit barang, merupakan hasilbagi penerimaan total terhadap jumlah barang. Penerimaan marjinal (marginal revenue, MR) ialah penerimaan tambahan yang diperoleh dari setiap tambahan satu unit barang yang dihasilkan atau terjual.

Penerimaan total               R = Q x P = f (Q)

Penerimaan rata-rata

AR = R/Q

Penerimaan marjinal

MR =

Contoh :

Fungsi permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen monopolis ditunjukkan oleh P = 900 – 1,5 Q. Bagaimana persamaan penerimaan totalnya? Berapa besarnya penerimaan total jika terjual barang sebanyak 200 unit, dan berapa harga jual perunit? Hitunglah penerimaan marjinal dari penjualan sebanyak 200 unit menjadi 250 unit. Tentukan tingkat penjualan yang menghasilkan penerimaan total maksimum, dan besarnya penerimaan maksimum tersebut.

Jawab :

P = 900 – 1,5 Q  R = Q x P = 900 Q – 1,5 Q2

Jika Q = 200 ,  R = 900 (200) – 1,5(200)2 = 120.000

P = 900 – 1,5 (200) = 600

Atau

Jika Q = 250 ,  R = 900 (250) – 1,5(250)2 = 131.250

R = 900 Q – 1,5 Q2

R maksimum pada

Besarnya R maksimum = 900 (300) – 1,5(300)2 = 135.000

3.2.3.Keuntungan, Kerugian dan Pulang Pokok

Analisis Pulang Pokok (break-even) yaitu suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis jumlah minimum produk yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Keadaan pulang pokok (profit nol, π = 0 ) terjadi apabila R = C ; perusahaan tidak memperoleh keuntungan tetapi tidak pula menderita kerugian.  Secara grafik hal ini ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva R dan kurva C.

Tingkat produksi Q1 dan Q4 mencerminkan keadaan pulang pokok, sebab penerimaan total sama dengan pengeluaran (biaya) total, R = C. Area disebelah kiri Q1 dan sebelah kanan Q4 mencerminkan keadaan rugi, sebab penerimaan total lebih kecil dari pengeluaran total, R < C. Sedangkan area diantara Q1 dan Q4 mencerminkan keadaan untung, sebab penerimaan total lebih besar dari pengeluaran total, R > C. Tingkat produksi Q3 mencerminkan tingkat produksi yang memberikan penerimaan total maksimum. Besar kecilnya keuntungan dicerminkan oleh besar kecilnya selisih positif antara R dan C. Keuntungan maksimum tidak selalu terjadi saat R maksimum atau C minimum.

Contoh soal :

Penerimaan total yang diperoleh sebuah perusahaan ditunjukkan oleh persamaan R = -0,1Q2 + 20Q, sedangkan biaya total yang dikeluarkan C = 0,25Q3 – 3Q2 + 7Q + 20. Hitunglah profit perusahaan ini jika dihasilkan dan terjual barang sebanyak 10 dan 20 unit ?

Jawab ;

π  =  R – C = -0,1Q2 + 20Q – 0,25Q3 + 3Q2 – 7Q – 20

π  =  – 0,25Q3 + 2,9Q2 + 13Q – 20

Q  =  10  π  =  – 0,25(1000) + 2,9(100) + 13(10) – 20

=   –250 + 290 +130 – 20 = 150 (keuntungan )

Q  =  20  π  =  – 0,25(8000) + 2,9(400) + 13(20) – 20

=   –2000 + 1160 +260 – 20 = – 600 (kerugian )

Contoh Soal :

Penerimaan total yang diperoleh suatu perusahaan ditunjukkan oleh fungsi R =  – 0,1Q2 + 300Q, sedangkan biaya total yang dikeluarkannya C = 0,3Q2 – 720Q + 600.000. Hitunglah :

  1. Tingkat produksi yang menghasilkan penerimaan total maksimum ?
  2. Tingkat produksi yang menunjukkan biaya  total minimum ?
  3. Manakah yang lebih baik bagi perusahaan, berproduksi menguntungkan berproduksi pada tingkat produksi yang menghasilkan penerimaan total maksimum atau biaya total minimum ?

Jawab :

R =  – 0,1Q2 + 300Q

C = 0,3Q2 – 720Q + 600.000

R maksimum terjadi pada

C minimum terjadi pada

π pada R maksimum

Q = 1500   π = – 0,4Q2 + 1020Q – 600.000

= – 0,4(1500)2 + 1020(1500) – 600.000

=  30.000

  1. π pada C minimum
  2. Q = 1200   π = – 0,4Q2 + 1020Q – 600.000

= – 0,4(1200)2 + 1020(1200) – 600.000

=  30.000

3.3. Soal-Soal Latihan

  1. Hitunglah harga dan jumlah keseimbangan pasar dari suatu barang yang permintaan dan penawarannya masing-masing ditunjukkan oleh persamaanQd=40 –P2 dan Qs = -60+3 P2.
  2. Hitunglah harga dan jumlah keseimbangan pasar dari suatu barang yang permintaan dan penawarannya masing-masing ditunjukkan oleh persamaan Qd=20– P2 dan Qs=-28+ 3 P2.
  3. Penerimaan total yang diperoleh suatu perusahaan ditunjukkan oleh fungsi                       R= – 3Q2+ 750Q, sedangkan biaya total yang dikeluarkannya C = 5Q2 – 1000Q + 85.000. Hitunglah :

a. Tingkat produksi yang menghasilkan penerimaan total maksimum ?

b.Tingkat produksi yang menunjukkan biaya  total minimum ?

c. Manakah yang lebih menguntungkan berproduksi pada tingkat produksi yang menghasilkan penerimaan total maksimum atau biaya total minimum ?

Source : http://setyonugroho09.wordpress.com/category/matematika-bisnis-materi-kuliah/

Belajar Bahasa Inggris

Belajar Bahas Inggris

4 Kunci membuat sebuah produk atau layanan Elegan

Berikut tulisan Tanadi Santoso yang sangat menginspirasi…

==

4 Kunci membuat sebuah produk atau layanan Elegan (Re-Post)

In Pursuit Of Elegance (~ Matthew E. May)
Why the Best Ideas have Something Missing.

In Pursuit of Elegance

Elegan. Mengapa idea yang terbaik selalu tidak lengkap?

Konsep menarik ini adalah bagaimana membuat sebuah “produk” itu bisa menjadi “elegan” dan menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Pengetahuan ini akan membuat kita mampu memanfaatkannya untuk menciptakan produk atau layanan yang lebih menarik, lebih menggiurkan, lebih disukai, lebih tepat guna, lebih diinginkan, lebih pas, atau dalam bahasa Matthew, lebih elegan.

Ada 4 kunci yang membentuk konsep ini.

Yang pertama adalah symmetry atau keselarasan. Kalau forensik menemukan separoh wajah anda dan diinstruksikan untuk mengkonstruksi ulang maka akan terbentuk wajah yang sangat amat mirip dengan wajah anda sebenarnya, karena wajah kita, otak kita, tangan kaki kita, semuanya dalam format simetri.

Simetri adalah keselarasan dan keharmonisan alam semesta. Alam dilengkapi dengan simetri. Gambar salju dapat digambar dari segitiga kecil, ditambahkan segitiga lagi, dan seterusnya. Hutan lebat, digambarkan pohon dengan dahan yang rumit, maka kalau kita sederhanakan akan terasa kesamaan dari ranting-ranting kecil yang membentuk daun dan dahannya sampai bentuk keseluruhannya. Elegan design memiliki simetri.

Kunci kedua adalah rayuan. “Seduced by Nothing” ini menerangkan, bahwa manusia sejak bayi selalu tertarik akan misteri, keingintahuan, atau ketidak lengkapan sesuatu.

Senyuman Monalisa dianggap misterius, dan membangkitkan banyak emosi yang berbeda dari orang yang melihatnya. Ada kesedihan, kebahagiaan, mencomooh, rayuan tersembunyi, bahkan amarah. Riset mendalam menunjukkan bahwa Leonardo sengaja menyamarkan dan mengaburkan beberapa bagian pada senyumnya, sehingga apa yang dilihat orang satu akan beda dengan orang lain, tergantung bagaimana otak dan asumsi orang yang melihatnya. Sehingga lukisan Monalisa ini bisa menjadi seperti cermin, menggambarkan kembali apa yang ingin anda artikan.

Presentasi perkenalan produk baru iPhone, yang kontan menjadi buah bibir semua orang yang melihat presentasi Steve Jobs, juga penuh misteri. Karena setelah demo itu, tidak ada lagi berita detail apapun, tidak ada iklan apapun, dan tidak ada keterangan apapun dari Apple, untuk waktu berbulan bulan. Kehausan akan rasa ingin tahu, dibiarkan menjadi senjata “Word Of Mouth” yang sangat sukses dalam promosi iPhone.

Ketiga adalah Laws of Substraction, atau Hukum Pengurangan, juga menjadi faktor kunci suksesnya iPhone. Steve Jobs yang selalu sangat fanatik pada design, mengutamakan kesederhanaan, computer mouse dengan satu tombol, komputer tanpa internet kabel, iPod tanpa banyak tombol, dan iPhone juga akhirnya diluncurkan dengan layar sentuh tanpa tuts keypad. Kesederhanaan adalah kunci elegan. Bisnis Hotel mengurangi pelayanan yang tidak dihargai pelanggannya untuk mampu menawarkan kamar baik dengan harga murah. Kita perlu hilangkan hal2 yang tidak penting buat pelanggan kita.

Kunci keempat, “On Sustainable Solution”, atau solusi yang bisa bertahan lama, mengajarkan tentang pemikiran yang mendalam. Sustainable hanya bisa dicapai kalau kita mencari jawaban dengan sangat mendasar. Solusi yang optimal, dan tidak cepat puas dengan jawaban yang pertama muncul, dan dapat bertahan dalam panjangnya waktu, adalah jawaban yang elegan. E=mc2 nya Einstein, Teori evolusinya Darwin, adalah salah satu contoh yang bertahan dalam perubahan waktu.

Pemikiran ini berguna bagi, pelukis, designer produk, pelaku advertising, dan pebisnis. Empat kunci dasar ini dapat diaplikasikan pada layanan dan produk, pada penulisan cerita fiksi atau pembuatan filem, pada pembuatan iklan, ataupun dipakai untuk memberikan solusi yang paling elegan pada persoalan bisnis kita.

Ori Source: Tanadi Santoso.

Tepuk Tangan Melatih Keterampilan Motorik Anak

Sebuah studi penelitian yang dilakukan dari Ben-Gurion University of the Negev tentang manfaat lagu yang dinyanyikan sambil bertepuk tangan, ternyata memberikan hasil adanya suatu hubungan langsung dengan peningkatan aktivitas dan keterampilan perkembangan yang penting terhadap anak-anak, remaja, hingga remaja dewasa. Dalam penelitiannya ditemukan bahwa, anak-anak kelas satu, dua dan tiga di sekolah dasar yang menyanyikan lagu tersebut sambil bertepuk tangan ternyata dapat dibandingkan kemampuannya dengan anak-anak yang tidak ikut dalam kegiatan tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Idit Sulkin, anggota BGU Music Science Lab in the Department of the Arts. Penelitian tersebut juga ditemukan bahwa dengan bertepuk tangan dapat membantu melatih keterampilan motorik anak sehingga menghasilkan menulis dengan lebih baik, tulisan yang rapi, dan hanya sedikit membuat kesalahan dalam mengeja. Seorang psikolog musik, Dr. Warren Brodsky bersama dengan seorang doktor yang mengawasi kegiatan tersebut mengungkapkan, bahwa kegiatan tepuk tangan dapat melatih otak dan mempengaruhi perkembangan daerah otak dan lainnya. Sedangkan manfaat lain yaitu anak-anak diajarkan untuk melatih integritas sosialnya dengan teman-temannya, sehingga kemampuan sosialisasinya lebih baik. Dalam studi tersebut, Dr. Sulkin bersama dengan timnya melakukan kunjungan di beberapa sekolah dasar dan memberikan latihan lagu sambil bertepuk tangan. Dan hal tersebut dilakukan selama 10 minggu. Selama penelitian, anak-anak yang bernyanyi ditemani oleh Dr. Sulkin yang juga ikut bergabung. Kegiatan tersebut tentu untuk melihat kondisi anak-anak, apakah mereka terhibur dan terpesona dalam menyanyikan lagu sambil melakukan tepuk tangan. Alhasil, kegiatan tersebut ternyata menjadi salah satu hiburan bagi anak-anak di sekolah dasar. Dr. Sulkin mengatakan, “Dalam waktu yang singkat, anak-anak memiliki kemampuan kognitif yang baik serta membantu kemampuan motoriknya dalam melakukan aktivitas. Maka sebaiknya, hal tersebut masuk dalam pendidikan untuk anak usia 6-10 tahun dengan tujuan meningkatkan kemampuan motorik dan kognitifnya.” Ia juga menambahkan, bahwa lagu anak-anak yang dinyanyikan sambil bertepuk tangan biasanya dibawakan oleh anak balita hingga usianya menjelang 10 tahun. Dan jika diamati, kegiatan tersebut berfungsi sebagai acuan untuk mengembangkan serta meningkatkan kebutuhan emosional, fisiologis, sosiologis dan kognitif anak-anak hingga tahap pertumbuhan berikutnya.

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10852276

 

 

10 Kalimat Inspiratif Sang Jenius



Kamis, 06/10/2011 11:39 WIB
Jakarta – Sosok legendaris di ranah teknologi, Steve Jobs, telah meninggal dunia di usianya yang ke-56. Akan tetapi, jejak kesuksesannya tidak akan pernah dilupakan.

Kesuksesan yang ia raih bersama Apple ini tidak luput dari cara Jobs memandang kehidupan serta bisnis yang ia jalani. Ia pun sering berbagi kalimat penuh inspirasi. Berikut beberapa di antaranya:

“Sangat sulit membuat desain sebuah produk. Kerap kali orang-orang tidak mengetahui apa yang mereka inginkan, sampai kita menunjukkannya pada mereka”. (BussinessWeek, 1998).

“Ini adalah salah satu mantra saya – fokus dan kesederhanaan. Kamu harus berkerja lebih keras untuk menjernihkan pikiran dan menghasilkan kesederhanaan. Pada akhirnya hal ini akan setimpal. Saat kamu tiba di sana, kamu bisa memindahkan gunung”. (BusinessWeek, 1998).

“Menjadi orang terkaya di pemakaman tidak berarti bagi saya…Pergi ke tempat tidur dan mengatakan bahwa kami telah melakukan sesuatu yang luar biasa…Itulah yang berarti bagi saya”. (The Wall Street Journal, 1993).

“Saya akan selalu terhubung dengan Apple. Mungkin ada saat-saat atau tahun-tahun di mana saya tidak di sini, namun saya akan selalu kembali”. (Playboy, 1985).

“Kami tidak pernah khawatir terhadap angka-angka. Apple selalu mencoba berfokus pada produk karena sebuah produk benar-benar akan membuat perbedaan”. (Playboy, 1985).

“Kamu harus memiliki keyakinan terhadap sesuatu – keinginan, takdir, hidup, karma, apapun itu”. (Stanford commencement speech, 2005).

“Pekerjaanmu akan menjadi bagian penting dari kehidupanmu. Satu-satunya cara untuk mencapai kepuasan adalah dengan percaya bahwa apa yang kamu kerjakan adalah pekerjaan yang hebat. Cintai apa yang kamu kerjakan. Jika kamu belum menemukannya, tetaplah cari. Jangan berhenti”. (Stanford commencement speech, 2005).

“Tidak ada seorang pun yang ingin mati. Meski mereka yang ingin pergi ke surga, tidak ingin mati. Namun kematian adalah tujuan kita bersama, tidak ada yang bisa lolos darinya. Kematian adalah penemuan terbaik dalam kehidupan. Ia membersihkan yang lama dan membuat jalan untuk yang baru. Sekarang yang baru adalah kamu, namun suatu saat nanti kamu akan menjadi tua dan ‘dibersihkan’. Maaf terlalu dramatik, namun ini benar”. (Stanford commencement speech, 2005).

“Panutan saya untuk bisnis adalah The Beatles. Mereka saling mengimbangi satu sama lain. Beginilah cara saya memandang suatu bisnis, bisnis yang hebat bukan dilakukan oleh satu orang, melainkan oleh tim”. (Interview with 60 Minutes, 2003).

“Jika kamu melakukan sesuatu yang bagus, maka selanjutnya kamu harus melakukan hal lain yang luar biasa. Jangan tinggal terlalu lama, pikirkan apa yang harus kamu buat selanjutnya”. (NBC Nightly News, May 2006).

 

“Tidak ada seorang pun yang
ingin mati. Meski mereka yang
ingin pergi ke surga, tidak ingin
mati. Namun kematian adalah
tujuan kita bersama, tidak ada
yang bisa lolos darinya. Kematian
adalah penemuan terbaik dalam
kehidupan. Ia membersihkan
yang lama dan membuat jalan
untuk yang baru. Sekarang yang
baru adalah kamu, namun suatu
saat nanti kamu akan menjadi
tua dan ‘dibersihkan’.
http://us.detikinet..com/read/2011/10…991101mainnews

Bisnis

Bila kemarin kita sudah membahas tujuan umum orang berbisnis, batasan-batasan menjalankan bisnis, lalu bagaimana kita harus memulai bisnis?

Hal utama yang harus kita persiapkan sebelum memulai berbisnis adalah niat dan kemauan kuat dari dalam diri kita untuk berubah, tentu berubah menjadi seorang pebisnis/pengusaha. Allah SWT dalam QS ar-ra’du ayat 11 memberikan penjelasan kepada kita :

“Sesungguhnya Allah SWT tidak akan merubah suatu kaum, sebelum kaum tersebut merubah apa yang ada dalam dirinya”.

Memulai Bisnis
Kendala umum yang dihadapi oleh kita, ketika kita sudah mempunyai keinginan memulai bisnis adakalanya modal, ide bisnis ataupun. skill Namun anda ndak perlu cemas, karena berbisnis sebenarnya bisa kita lakukan dengan menggunakan laverage, yakni menggunakan kekuatan orang lain. Adapun kekuatan orang lain yang bisa kita gunakan dalam membangun bisnis adalah modal, keahlian, ide, tenaga dan waktu orang lain.

Modal

Membangun bisnis tidak selalu harus di awali dengan modal besar. Kita bisa memualai dengan modal yang kecil bila memang niat kita sudah bulat untuk memulai membangun sebuah  usaha. Orang-orang sukses dalam membangun bisnis disekitar kita, mayoritas juga di awali dari modal kecil dan juga langka-langka kecil. Namun apabila ternyata modal ini tidak kita miliki, kita bisa menggunakan modal orang lain untuk membangun bisnis.

Ya… modal orang lain. Hanya saja, modal ini haruslah halal sehingga kelak bisnis yang kita bangun ini membawa keberkahan. Lalu bagaimana kita menggunakan modal orang lain ini untuk menggunakan bisnis? Islam mengajarkan kepada kita dengan cara melakukan syirkah mudlorobah, perserikatan dua orang atau lebih dimana satu pihak menjadi pengelola dan pihak lainnya menjadi pemodal. Inilah cara syar’iey yang di ajarkan di dalam Islam.

Keahlian

Jangan takut menjalankan bisnis bila tidak memiliki keahlian. Saya hari ahad, 5 Juni 2011 lalu satu forum di seminar Enterpreneurship yang diadakan STITM Kediri, dengan orang luar biasa,  Bapak Tiok owner bakso Radja yang saat ini memiliki 9 outlet di beberapa kota. Sebagai pengusaha automotif, tentu beliau tidak menguasai perihal pembuatan bakso.

Begitu pula dengan  saya, dalam membangun bisnis  catering aqiqahberkah.com, sayapun tidak punya keahlian untuk memasak sate, gule, kambing guling, krengsengan, lapis, tongseng atau olahan masakan lain berbasis kambing tersebut. Kita berdua dan mayoritas pengusaha lain sebenarnya juga menggunakan keahlian orang lain untuk membangun bisnis.

Ide

Bila anda mempunyai modal, tetapi tidak punya ide bisnis. Maka sangat mudah bagi anda untuk memulai bisnis. Anda tinggal menggandeng orang lain, atau perusahaan orang lain yang sudah berjalan, dengan cara bekerjasama. Bisa dengan syirkah (kelak akan kita bahas sampai tuntas apa dan bagaimana syirkah) atau waralaba. Hanya untuk waralaba ini, anda harus memerika barang yang dijual (halal haramnya) dan tentu yang paling urgent adalah aqad (perjanjian) kerjanya, pastikan tidak ada pelanggaran terhadap hukum islam.

Tenaga dan waktu

Hmm, jangan keras-keras. Ternyata dalam membangun bisnis kita juga bisa menggunakan tenaga dan waktu orang lain lho. Ya mengangkat karyawan, hakikatnya adalah menggunakan tenaga dan waktu orang lain. Syirkah, bila kita berposisi sebagai pemodal, maka kita hakikatnya juga telah menggunakan orang lain dalam menjalankan bisnis.

Insan mulia sukses berkah, insya Allah kita bisa memulai untuk menjalan bisnis. Karena ternyata kita bisa menggunakan kekuatan orang lain dalam membangun bisnis.

Bila anda ingin diskusi lebih lanjut silahkan dengan saya di facebook? Follow saya di kaa Inspirator Sukses Berkah.

Salam Sukses Berkah!
K.Abdul Aziz|Inspirator Sukses Berkah

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.