4 Pelajaran Bisnis Berharga dari Runtuhnya RIM

Perusahaan yang dulunya begitu besar dan jayadengan produk yang membanjiri pasar kini mungkin berada di tepi jurang kehancuran. Research in Motion (RIM ) yang berpusat di Waterloo Kanada itu menjadi pelajaran bagi banyak pelaku bisnis bahwa roda memang bulat adanya.

Satu hal yang perlu kita cermati adalah bahwa fenomena jatuhnya RIM ini bukan sesuatu yang terjadi dalam semalam. Berbagai sinyal sudah menunjukkan hal serupa selama bertahun-tahun lalu dan kebanyakan orang baru menyadarinya beberapa waktu terakhir.

Berikut merupakan 4 pelajaran berharga yang dapat kita ambil sebagai entrepreneur dari kegagalan RIM mempertahankan posisinya di pasar ponsel dunia.

Jangan remehkan pesaing
Ini mungkin kesalahan paling mendasar. Namun, sudah kita ketahui bersama RIM pernah meremehkan iPhone. Di tahun 2007, saat RIM menjual 20 juta unit BlackBerry dan memiliki lebih dari 9 juta pelanggan di seluruh dunia, perusahaan itu menepis ambisi Apple untuk menjadikan iPhone sebagai “pembunuh BlackBerry”. Apa yang terjadi sekarang rupanya berpihak pada Apple sementara pangsa pasar ponsel pintar dari RIM menyusut hingga cuma 6,2 persen. Apple berada di tempat kedua dengan 23% setelah Android yang menguasai 59%.

Menjaga kekokohan dan kekompakan kepemimpinan
Hingga awal tahun ini, RIM dikelola oleh pendirinya Mike Lazaridis dan Jim Balsillie yang pernah bekerja sebagai salah satu CEO di RIM. Memiliki dua pemimpin sekaligus bisa menimbulkan kebingungan, terutama saat keduanya harus menyepakati sesuatu rencana sebelum merealisasikannya.
“Mendapatkan konsensus untuk menyelesaikan pekerjaan hampir mustahil rasanya,” ujar seorang mantan pegawai RIM. “Semua inovasi terhambat.”

Keduanya juga diketahui bekerja di kantor terpisah dan sangat jarang bertemu secara tatap muka selama akhir masa jabatan mereka sebagai CEO. Ini sudah lebih dari cukup untuk menjadi sinyal ketidakberesan dalam manajemen RIM.

Berbalik saat memungkinkan
Hal ini lebih sukar dilakukan daripada dikatakan, tetapi RIM menunggu terlalu lama untuk melakukan update jajaran produknya sementara konsumen makin berpaling ke iPhone yang ramah pengguna dan berbagai perangkat Android yang canggih dan harganya bervariasi.
Kini dengan menghadapi ribuan staf yang dipecat untuk mempertahankan dana darurat 1 miliar dollar, CEO baru RIM Thorsten Heins melaksanakan evaluasi strategis dan mempertimbangkan pilihan-pilihan seperti menjual bagian-bagian perusahaan.

Jangan terganggu dengan urusan yang kurang penting
Jika tujuan utama Anda ialah untuk menumbuhkan perusahaan, penting bagi Anda untuk berfokus dan mengabaikan gangguan. Selain RIM, Lazaridis terlibat dalam 2 badan penelitian yang ia dirikan:Perimeter Institute for Theoretical Physics dan Institute for Quantum Computing.

Sementara itu, Balsillie lebih suka menghabiskan waktu mengelola tim hoki. Antara tahun 2006 dan 2009, Balsillie gagal membeli tim hoki profesional termasuk Pittsburgh Penguins dan  the Phoenix Coyotes. Mungkin kampanye ini tak menjadi masalah besar jika tidak berlangsung selama tahun-tahun kritis saat RIM menghadapi persaingan yang makin ganas dari pemain ponsel pintar lainnya seperti Apple.(*AP)

Sumber gambar:
blackberrycool.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: